Ho Chi Minh City, Vietnam, tengah memimpin langkah revolusioner dalam modernisasi layanan kesehatan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan pengelolaan data besar (Big Data). Langkah strategis ini dibahas mendalam dalam konferensi internasional mengenai transformasi digital pelayanan kesehatan dan pengembangan rumah sakit pintar di kawasan selatan Vietnam. Forum ini mempertemukan para pembuat kebijakan, otoritas kesehatan, serta pakar teknologi global guna merumuskan peta jalan sistem kesehatan yang berpusat pada pasien.
Konsep "Satu Warga, Satu Rekam Medis" menjadi sorotan utama dalam upaya mengurangi beban sistem kesehatan konvensional. Pendiri TPP asal Inggris, Frank Hester, menegaskan bahwa penambahan fasilitas fisik dan tenaga medis saja tidak cukup untuk merespons melonjaknya permintaan layanan kesehatan. Diperlukan integrasi data yang andal agar rekam medis elektronik (EMR) dapat diakses secara dinamis dari tingkat pelayanan primer hingga rumah sakit rujukan utama.
Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Direktur Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh, Dr. Nguyen Hong Chuong, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah berhasil menerapkan rekam medis elektronik di seluruh fasilitas kesehatan yang mencakup 163 rumah sakit. Pencapaian ini meletakkan fondasi kuat bagi Vietnam dalam menyongsong era pengobatan presisi berbasis data riil.
Menatap fase berikutnya, pemerintah setempat telah merancang empat prioritas strategis hingga akhir tahun 2026. Prioritas tersebut mencakup peluncuran rekam medis elektronik siklus hidup penuh bagi warga di platform Digital Citizen mulai Juli 2026, yang dipadukan dengan program pemeriksaan kesehatan tahunan gratis. Langkah ini dirancang untuk memetakan risiko kesehatan masyarakat sejak dini secara proaktif.
Selain itu, standardisasi EMR akan terus ditingkatkan guna mewujudkan lingkungan medis yang sepenuhnya bebas kertas. Secara paralel, pembangunan gudang data besar yang dijadwalkan rampung pada akhir tahun 2026 akan diintegrasikan dengan teknologi AI guna memprediksi tren penyakit serta potensi wabah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi data nasional di bawah naungan Kementerian Kesehatan Vietnam.