Perusahaan pemilik waralaba restoran Chicken Claypot, CCH Holdings Ltd, baru saja mengumumkan langkah strategis yang cukup mengejutkan pasar. Alih-alih fokus pada perluasan jaringan kuliner, perusahaan ini justru melakukan diversifikasi bisnis besar-besaran dengan merambah sektor infrastruktur pusat data di Malaysia.

Melalui anak usahanya, CCH Holdings telah menandatangani kontrak definitif bernilai RM 212 juta atau setara dengan Rp939,3 miliar. Proyek berdurasi tiga tahun ini mencakup penyediaan layanan dukungan teknis untuk infrastruktur pusat data, yang belakangan menjadi komoditas vital seiring pesatnya kebutuhan komputasi digital di Asia Tenggara.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa layanan yang diberikan mencakup alokasi kapasitas komputasi, konsultasi teknis, hingga penasihat operasional bagi klien yang identitasnya masih dirahasiakan. Ekspansi ini dipandang sebagai langkah tepat untuk menangkap peluang dari tingginya permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud di kawasan tersebut.

CEO CCH Holdings, Goh Kok E, menegaskan bahwa masuknya perusahaan ke ranah teknologi tidak berarti meninggalkan bisnis inti mereka. Restoran Chicken Claypot akan tetap menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan, sementara bisnis pusat data diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Dengan langkah ini, CCH Holdings kini memiliki dua kaki bisnis yang kuat: sektor kuliner sebagai pendapatan utama dan sektor teknologi sebagai pendorong ekspansi di pasar regional maupun global. Rencana pengembangan lebih lanjut pun disiapkan menyesuaikan kebutuhan infrastruktur digital klien di masa depan.