Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus berupaya memperkuat fondasi tumbuh kembang anak melalui kegiatan Pembinaan Literasi di Perpustakaan Daerah Babel, Pangkalpinang, Selasa (21/7/2026). Agenda yang diikuti puluhan murid dari SDN 21, SDN 52, dan SDN 58 Pangkalpinang ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 sekaligus mendukung program unggulan PKK bertajuk Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni (Beraksi).

Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, menegaskan bahwa kebiasaan membaca merupakan kunci utama dalam membuka wawasan dan membangun karakter pembelajar pada diri anak. Menurutnya, kegemaran membaca yang dipadukan dengan sikap bijak dalam memanfaatkan gawai akan mempermudah generasi muda dalam mengejar cita-cita mereka di masa depan.

Tak hanya berfokus pada aspek intelektual, Noni juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fisik, khususnya perawatan gigi dan mulut sejak usia dini. Langkah penanganan awal ini dinilai sangat penting mengingat kriteria kesehatan fisik yang prima, termasuk kondisi gigi yang terawat, menjadi salah satu syarat mutlak bagi anak-anak yang bermimpi meniti karier sebagai anggota TNI, Polri, maupun profesi kedinasan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, tenaga medis dari RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, drg. Suniti, mengimbau para orang tua agar proaktif memeriksakan kesehatan gigi anak secara berkala setiap enam bulan sekali. Suniti mengingatkan agar kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari—setelah sarapan dan sebelum tidur malam—diterapkan secara konsisten, serta menyarankan konsumsi buah-buahan berserat tinggi secara langsung sebagai metode alami pembersihan rongga mulut.

Rangkaian kegiatan edukatif tersebut diwarnai dengan beragam aktivitas menarik, mulai dari pengenalan permainan tradisional seperti congklak dan bola bekel, pemutaran film edukasi, hingga pertunjukan cerita anak yang dibawakan oleh komunitas Kampung Dongeng Babel. Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, para peserta diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kebiasaan hidup sehat.