Tim pengabdian masyarakat Universitas Borneo Tarakan (UBT) memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pembuat paving block untuk membantu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pelita Kota Tarakan dalam meningkatkan efisiensi pengolahan sampah anorganik. Langkah ini dirancang untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah konvensional menjadi sektor usaha produktif yang bernilai ekonomi tinggi.

Program bertajuk "Penguatan Kapasitas Bank Sampah melalui Pengolahan Sampah Anorganik, Manajemen Usaha, dan Pemasaran Digital" ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema BIMA. Inisiasi tersebut digerakkan oleh kolaborasi lintas disiplin dosen UBT, yakni Nurjannatul Hasanah dari program studi Manajemen selaku ketua, bersama Sudirman dari Teknik Mesin, dan Rahmi Nur Islami dari Manajemen.

Dalam pelaksanaannya, KSM Pelita dibekali mesin paving block berbahan baku sampah plastik dengan kapasitas produksi sekitar 20 hingga 30 kilogram per jam. Dengan alat ini, kelompok tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar 300 hingga 400 kilogram limbah plastik setiap bulannya, yang sebelumnya hanya dikumpulkan dan dijual dalam bentuk mentah tanpa pengolahan lebih lanjut.

Dosen Teknik Mesin UBT, Sudirman, menjelaskan bahwa pengenalan teknologi ini disesuaikan dengan kapasitas mitra untuk memastikan keberlanjutan alat tersebut. Upaya teknis ini kemudian dipadukan dengan pendampingan manajemen usaha, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pembukuan keuangan terstruktur oleh Rahmi Nur Islami, serta penyusunan strategi pemasaran digital oleh Nurjannatul Hasanah.

KSM Pelita yang memiliki 15 anggota aktif tersebut rata-rata mengelola sekitar 800 hingga 1.200 kilogram sampah setiap bulannya. Ketua RT 51 Karang Anyar, Zulkifli, mengapresiasi langkah nyata akademisi ini karena dinilai berhasil mempertemukan teori ilmiah kampus dengan kebutuhan riil masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.