Band rock asal Bandung, The Changcuters, kembali menyapa pendengar dengan album penuh terbaru berjudul WOW MA. Karya ini menjadi rilisan album pertama mereka dalam enam tahun terakhir setelah sebelumnya meluncurkan Loyalis pada 2020.
Peluncuran WOW MA sekaligus menandai fase baru perjalanan grup yang dikenal dengan energi panggung dan karakter rock ‘n roll yang kuat tersebut. Album ini tidak hanya hadir sebagai penanda kembalinya The Changcuters ke format album, tetapi juga menjadi bukti ketahanan mereka melewati masa-masa sulit.
Dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026), vokalis The Changcuters, Tria, menyebut proses penggarapan album ini sebagai salah satu perjalanan terpanjang sepanjang karier bandnya. Menurut dia, berbagai hambatan membuat penyelesaian album harus berulang kali mundur.
Tria menjelaskan, pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor utama yang menghentikan rencana produksi. Ketika kondisi mulai membaik, The Changcuters memilih terlebih dahulu memulihkan aktivitas panggung dan kembali bertemu penonton setelah periode pembatasan sosial.
“Setelah pandemi selesai, prioritas kami bukan langsung menyelesaikan album, tetapi membangun lagi panggung dan bertemu penonton. Baru setelah itu kami kembali menggarap album,” ujar Tria.
Proses kreatif yang sempat berjalan kembali kemudian menghadapi kendala lain. Tria mengalami gangguan kesehatan yang membuat pengerjaan album kembali tertunda. Ia menyebut perjalanan menuju perilisan WOW MA sebagai proses yang penuh perjuangan.
Selain dipengaruhi situasi eksternal, album ini juga lahir di tengah perubahan besar dalam tubuh The Changcuters. Gitaris Alda mengungkapkan, sejak pandemi mereka memutuskan menjalankan aktivitas bermusik secara independen melalui label sendiri.
Keputusan tersebut membuat seluruh tahapan, mulai dari pengembangan konsep, produksi, hingga distribusi, dikelola langsung oleh para personel tanpa bergantung pada label besar. Alda menilai pola kerja itu membuat komunikasi internal menjadi lebih intens dan hasil akhir terasa lebih matang.
Meski membutuhkan waktu panjang, Tria menyatakan The Changcuters puas dengan hasil akhir album ini. Ia bahkan menyebut WOW MA sebagai salah satu karya terbaik yang pernah mereka garap karena seluruh konsep, materi lagu, dan perencanaannya dipersiapkan secara serius.
Dari sisi musikal, WOW MA tetap membawa identitas khas The Changcuters, mulai dari warna rock ‘n roll yang bertenaga, riff gitar yang menonjol, hingga lirik yang mudah melekat di ingatan. Namun, album ini juga memperlihatkan ruang eksplorasi baru dalam aransemen sebagai bagian dari perkembangan musikal mereka setelah hampir dua dekade berkarya.
Album WOW MA memuat 11 lagu, yakni WOW MA, Tangguh, Memang Beda, Sebagai, Ruang Riang, Teman Bertumbuh, Partai Party, Tak Terhingga, Raharja, Suar Cita, dan Karunia Semesta.