Bursa saham Korea Selatan tengah menghadapi tantangan berat setelah data dari BNY menunjukkan gelombang aksi jual masif yang dilakukan oleh para investor institusional. Fenomena ini menyebabkan indeks KOSPI sempat terperosok ke wilayah bear market, sebuah kondisi yang kontras dengan ketahanan yang masih ditunjukkan oleh para investor ritel di negara tersebut.
Geoff Yu, perwakilan dari BNY, menyoroti adanya kekhawatiran mendalam mengenai konsentrasi pasar pada sektor kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor. Saham-saham raksasa seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mengalami penurunan tajam, meskipun terdapat sinyal pemulihan laba yang kuat dari sisi fundamental. Kondisi ini mencerminkan bahwa koreksi yang terjadi lebih dipicu oleh ekspektasi pasar yang berlebihan dan penyesuaian posisi portofolio daripada kelemahan kinerja perusahaan secara riil.
Analisis ini juga membandingkan situasi Korea Selatan dengan pasar di Taiwan. Meskipun keduanya sama-sama terpapar pada narasi sektor teknologi, Taiwan mencatatkan likuidasi yang jauh lebih terukur. Selain itu, terdapat pergeseran minat investor yang mulai melirik ekuitas di Tiongkok, yang dinilai masih memiliki daya tarik meski sempat berada di bawah tekanan beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, para pengamat pasar belum berani menyimpulkan adanya rotasi besar-besaran dari pasar pertumbuhan ke segmen nilai. Namun, jika penjualan oleh institusi terus berlanjut melampaui kendala teknis batasan kepemilikan saham, hal ini bisa menjadi indikasi awal pergeseran perilaku pasar yang lebih luas di Asia pada kuartal ini.