Pencegahan penyakit tidak menular kini menjadi fokus utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas). Bertempat di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, para mahasiswa meluncurkan program unggulan bertajuk Skrining Kesehatan Terpadu Bulo-Bulo (SEHATI BULO-BULO) guna mengantisipasi penyebaran penyakit hipertensi dan diabetes melitus secara dini.

Program SEHATI BULO-BULO dirancang sebagai langkah nyata dalam menerapkan upaya promotif dan preventif secara langsung ke masyarakat. Melalui inisiatif ini, warga setempat mendapatkan fasilitas pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah gratis, yang diselingi dengan edukasi mendalam mengenai faktor risiko serta pentingnya mengadopsi pola hidup sehat guna mencegah komplikasi penyakit sejak dini.

Tidak hanya berfokus pada penyakit kronis orang dewasa, kelompok mahasiswa lintas disiplin ilmu ini juga merancang enam program kerja tambahan yang menyasar berbagai kelompok usia. Di antaranya adalah program SIGEMAS untuk menjaga kesehatan gigi anak, GLOW-BESTIE untuk penanganan anemia pada remaja, DOKCIL TANGKAS guna menekan angka stunting, GEMAS untuk sosialisasi kebiasaan mencuci tangan, GERAK OTOT untuk meredakan nyeri fisik, hingga PETA HIJAU yang mengedukasi warga tentang pemanfaatan tanaman obat.

Rencana aksi yang komprehensif ini telah dipaparkan secara resmi dalam Seminar Program Kerja yang berlangsung di Dusun Palampang. Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, kepala puskesmas setempat, kepala sekolah, tokoh pemuda, hingga kader posyandu yang turut memberikan masukan konstruktif demi kelancaran dan keberlanjutan program di lapangan.

Kolaborasi yang solid menjadi kekuatan utama program ini, mengingat para mahasiswa berasal dari lima latar belakang keilmuan berbeda, yakni Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Fisioterapi. Sinergi multidisiplin ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif serta memperkuat kemitraan antara fasilitas kesehatan lokal, pemerintah desa, dan masyarakat luas dalam mewujudkan lingkungan Desa Bulo-Bulo yang lebih sehat dan mandiri.