Realisasi penanaman modal di Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan performa yang mengesankan dengan melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan total realisasi investasi sepanjang tahun tersebut mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh sebesar 12,7 persen secara tahunan (year-on-year).

Pencapaian gemilang ini setara dengan 101,3 persen dari target awal sebesar Rp1.905,6 triliun. Selain mendongkrak indikator makroekonomi, geliat investasi ini juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan menyerap 2,71 juta tenaga kerja lokal, naik 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa struktur investasi tahun lalu didominasi oleh kekuatan modal lokal. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang 53,4 persen atau senilai Rp1.030,3 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar 46,6 persen dengan nilai Rp900,9 triliun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rosan juga menyoroti pemerataan investasi yang semakin membaik. Pembangunan kini tidak lagi bersifat Jawasentris, terbukti dari porsi investasi di luar Pulau Jawa yang mencapai 51,3 persen atau setara dengan Rp991,2 triliun dari total modal yang masuk.

Sektor hilirisasi industri menjadi motor penggerak utama dengan realisasi mencapai Rp584,1 triliun, melonjak tajam hingga 43,3 persen dibanding periode sebelumnya. Sektor strategis ini berkontribusi sebesar 30,2 persen terhadap total investasi nasional, dengan mayoritas proyek (sekitar 71,1 persen) berlokasi di luar Pulau Jawa guna mendorong nilai tambah komoditas di berbagai daerah.