Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur mengambil langkah taktis dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Melalui program Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP), sebanyak 30 kader terlatih diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk mengoptimalkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sekaligus memberikan edukasi pencegahan secara masif.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu Aldriyan, menjelaskan bahwa inisiatif ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Program ini menyatukan peran aktif warga, kader kesehatan, serta jajaran aparatur kewilayahan guna menciptakan budaya hidup bersih dan sehat yang dimulai dari lingkungan rumah tangga masing-masing.
Dalam menjalankan tugasnya di lapangan, para kader tidak hanya berfokus pada pemeriksaan jentik nyamuk di rumah-rumah warga, tetapi juga membekali masyarakat dengan pemahaman praktis pencegahan penyakit. Guna menunjang operasional, ke-30 kader tersebut difasilitasi dengan rompi resmi, kartu identitas, dan raket nyamuk sebagai sarana pendukung pengendalian populasi nyamuk.
Saat ini, para kader MDPP telah aktif bergerak di beberapa wilayah percontohan, di antaranya wilayah RW 05 Kelurahan Balekambang, serta RW 06 dan RW 07 Kelurahan Pekayon. Aksi turun ke jalan ini dilaksanakan bersama dengan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), petugas Puskesmas kelurahan, Dasa Wisma, serta tokoh masyarakat setempat.
Selain melakukan inspeksi, kader secara berkala menyosialisasikan pentingnya prinsip 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) serta langkah proteksi tambahan seperti menabur bubuk larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, hingga menghindari kebiasaan menggantung pakaian. PMI Jakarta Timur menekankan bahwa kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan rutin merupakan kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus dengue.