Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat persiapan pembangunan sekolah khusus olahraga setingkat SMA/SMK. Langkah taktis berupa penyusunan Detail Engineering Design (DED) ditargetkan rampung pada tahun 2027 agar operasional sekolah dapat terwujud pada 2028 mendatang.
Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, menegaskan bahwa penyusunan cetak biru tersebut merupakan langkah krusial untuk memastikan proyek memiliki progres fisik yang nyata. Pembangunan lembaga pendidikan khusus ini didasarkan pada amanat Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan DIY yang mewajibkan kepemilikan fasilitas pembinaan atlet tersebut selambat-lambatnya pada tahun 2028.
Terkait lokasi, kawasan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY menjadi opsi terkuat untuk meminimalisasi anggaran. Dengan memanfaatkan lahan luas milik BPO yang sudah ada, pemerintah daerah tidak perlu lagi mengalokasikan dana besar untuk pembebasan lahan baru, sehingga sisa anggaran dapat dialihkan ke sektor konstruksi dan fasilitas olahraga pendukung.
Selain di tingkat provinsi, Dwi juga mengusulkan ekspansi pembinaan dengan mendirikan setidaknya satu sekolah khusus olahraga di setiap kabupaten dan kota di DIY. Langkah ini dinilai penting untuk menyaring potensi atlet lokal sejak usia dini secara merata di seluruh wilayah Yogyakarta, selaras dengan rencana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga merancang ekosistem sekolah olahraga terintegrasi dari tingkat dasar.
Di sisi lain, Komisi D juga menaruh perhatian pada kelangsungan sekolah-sekolah swasta di DIY yang tengah menghadapi penurunan drastis jumlah siswa baru. Legislator mendesak adanya intervensi anggaran melalui skema kolaborasi pemerintah dan dunia usaha demi menjaga akses pendidikan menengah yang terjangkau bagi masyarakat ekonomi lemah.