Ribuan pelari dari berbagai kelompok usia dan latar belakang memadati kawasan Community Park Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, untuk mengikuti ajang Buddhayana Run 2026. Kegiatan olahraga yang mengusung tema "Stronger in Diversity" ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia memperkenalkan kategori baru yaitu lari 10 kilometer (10K), mendampingi kategori 5 kilometer (5K) yang telah eksis sebelumnya. Langkah inovatif ini diambil untuk merespons tingginya antusiasme masyarakat urban terhadap olahraga lari yang terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini. Menurutnya, olahraga lari memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam, di mana setiap langkah melatih kesadaran serta kesabaran. Ia juga menegaskan bahwa lintasan lari merupakan ruang inklusif yang menyatukan semua kalangan tanpa sekat suku, ras, maupun agama.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Buddhayana Run 2026, Denny Michael Lie, menjelaskan bahwa penambahan jarak tempuh bertujuan agar manfaat positif dari olahraga ini dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta. Ajang ini direncanakan akan berlangsung secara bergilir di delapan kota besar di Indonesia untuk menyebarkan pesan perdamaian dan gaya hidup sehat ke berbagai pelosok negeri.