Sektor usaha di Kota Ho Chi Minh tengah menghadapi dilema akses permodalan. Di satu sisi, pemerintah dan lembaga keuangan telah menyediakan berbagai program kredit dengan suku bunga preferensial. Namun, di sisi lain, pelaku usaha—terutama perusahaan rintisan dan eksportir—masih mengeluhkan hambatan dalam memenuhi persyaratan teknis, seperti riwayat operasional dan ketersediaan agunan fisik.

Hasa Bio Foods, sebuah perusahaan rintisan di bidang pangan organik, menjadi salah satu contoh nyata. Meski memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan, perusahaan kesulitan mendapatkan pinjaman karena keterbatasan riwayat laporan keuangan yang belum mencapai tiga tahun. Kendala serupa dialami oleh Global Breadfruit Co., Ltd., yang meski telah sukses menembus pasar internasional selama 14 tahun, tetap tersandung masalah jaminan saat hendak meningkatkan kapasitas produksi.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan HDBank menegaskan bahwa kebijakan kredit perbankan kini mulai bertransformasi. Saat ini, evaluasi tidak lagi bertumpu semata pada agunan fisik. Bank kini lebih menitikberatkan pada efektivitas rencana bisnis, arus kas, reputasi mitra dalam rantai pasokan, serta rekam jejak arus kas yang transparan. Pendekatan berbasis rantai pasokan (supply chain financing) diharapkan dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang memiliki kontrak kuat namun kekurangan aset sebagai jaminan.

Lebih lanjut, sektor perbankan kini mulai memprioritaskan penyaluran kredit hijau. Bisnis yang menerapkan teknologi hemat energi dan praktik keberlanjutan dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan pendanaan. Pemerintah melalui Bank Negara Vietnam (SBV) juga berkomitmen memperkuat peran pendampingan melalui titik konsultasi di berbagai wilayah guna memastikan kebijakan moneter dapat diakses dengan lebih mudah oleh pelaku usaha di lapangan.

Upaya ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya sinkronisasi antara kebutuhan bisnis, fleksibilitas kebijakan bank, dan dukungan regulasi pemerintah, diharapkan hambatan likuiditas yang selama ini menghambat inovasi sektor swasta dapat segera teratasi, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.