Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang digelar oleh keluarga besar SMP Nasional dan SMKS Teknologi Nasional Denpasar berlangsung khidmat. Kegiatan yang melibatkan jajaran guru, pegawai, serta siswa di bawah naungan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan bangsa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Sri Diwya mengingatkan seluruh peserta untuk meneladani kegigihan para pahlawan terdahulu. Ia menekankan bahwa perjuangan belum usai, melainkan telah bertransformasi ke dalam bentuk yang berbeda bagi generasi muda saat ini.

Menurut Sri Diwya, jika pahlawan masa lalu menghadapi musuh fisik secara nyata, maka pelajar masa kini harus berjuang melawan tantangan internal seperti kebodohan, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang pesat.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Sri Diwya menggarisbawahi krusialnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kecerdasan intelektual akademis dinilai kurang bermakna tanpa diimbangi oleh fondasi moral dan karakter positif yang kuat.

Ia menambahkan bahwa upacara bendera ini bukan sekadar rutinitas tahunan biasa. Peringatan kemerdekaan merupakan momentum esensial dalam menumbuhkan rasa disiplin, jiwa patriotisme, serta mempertebal semangat kebangsaan di kalangan generasi penerus.

Lebih lanjut, Sri Diwya mengajak para siswa untuk mengaktualisasikan rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata sehari-hari. Langkah sederhana seperti menjaga kelestarian alam, mengelola sampah secara bertanggung jawab, saling menghormati, rajin beribadah, dan mengukir prestasi akademis merupakan wujud nyata nasionalisme masa kini.