Implementasi teknologi biometrik dalam sistem pelayanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngoerah, Denpasar, kini membawa perubahan signifikan bagi efisiensi alur administrasi pasien. Sistem verifikasi identitas berbasis biometrik ini dirancang untuk mempercepat proses registrasi sehingga para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapatkan akses layanan medis dengan lebih praktis.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meninjau langsung operasional layanan tersebut di Bali pada Rabu (8/7/2026). Dalam kunjungannya, beliau menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan mampu menghadirkan layanan yang cepat, berkualitas, dan menjamin kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat tanpa adanya tindakan diskriminatif.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menjelaskan bahwa inovasi digital merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan. Selain pemanfaatan biometrik, BPJS Kesehatan juga telah mengintegrasikan fitur antrean daring melalui aplikasi Mobile JKN yang terhubung langsung dengan sistem rumah sakit untuk meminimalisasi durasi tunggu pasien di lokasi.

Respons positif turut datang dari para pengguna layanan kesehatan. Salah satu peserta JKN, Riyanto, mengungkapkan apresiasinya terhadap kemudahan alur administrasi dan keramahan tenaga medis di RSUP Ngoerah. Menurutnya, kehadiran program ini memberikan perlindungan nyata serta kemudahan akses bagi warga yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan.