Sebuah survei nasional terbaru oleh Rumah Politik Indonesia mengungkapkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap upaya transformasi internal yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Survei yang dilakukan pada Januari 2026 ini mencakup 30 provinsi dari total 38 provinsi di Indonesia, dengan total responden sebanyak 1.200 orang.
Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menjelaskan bahwa hasil survei memperlihatkan mayoritas masyarakat masih menyimpan optimisme terhadap proses pembenahan institusi Polri. Data menunjukkan 29 persen responden merasa cukup optimis, 24 persen optimis, dan 21 persen sangat optimis terhadap transformasi ke depan.
Sementara itu, hanya sebagian kecil responden yang menyatakan tidak optimis, yaitu 6,9 persen, dan 10,4 persen lainnya tidak memberikan jawaban. Angka ini, menurut Fernando, menegaskan bahwa ruang untuk perbaikan masih terbuka lebar dan harapan masyarakat terhadap Polri masih tinggi.
Fernando menambahkan bahwa dukungan publik ini perlu dijaga melalui konsistensi reformasi internal dan peningkatan kinerja pelayanan kepolisian. Ia menekankan pentingnya agar optimisme publik dapat diwujudkan dalam bentuk perbaikan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rumah Politik Indonesia menilai, dengan tingkat dukungan publik yang masih cukup kuat, Polri memiliki modal sosial yang penting untuk terus melanjutkan transformasi institusional. Tujuannya adalah mewujudkan pelayanan kepolisian yang lebih profesional, transparan, dan humanis bagi seluruh lapisan masyarakat.