Pemerintah Kota Mojokerto kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, kota tersebut berhasil menyabet Peringkat I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa dan Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Piala penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, kepada Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam acara seremonial di Nusa Dua Convention Center, Bali. Atas pencapaian luar biasa ini, Pemerintah Pusat juga mengganjar Kota Mojokerto dengan dana insentif fiskal sebesar Rp2 miliar.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah manis dari komitmen jangka panjang jajarannya. Salah satu indikator utamanya adalah keberhasilan mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) selama tujuh tahun berturut-turut, dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif mencapai 97,31 persen per Agustus 2026.
Untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari akses medis, pemerintah daerah secara aktif membiayai iuran warga kurang mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah. Kebijakan ini terbukti responsif saat terjadi pembersihan data (cleansing data) PBI pusat yang berdampak pada sekitar 1.200 jiwa, di mana Pemkot Mojokerto langsung mengalihkan pembiayaan mereka ke APBD tanpa penundaan.
Keandalan sektor kesehatan di Mojokerto juga ditopang oleh fasilitas medis yang merata, meliputi enam rumah sakit, neam puskesmas, 11 puskesmas pembantu, serta 13 klinik pratama. Rasio tenaga medis pun sangat ideal, dengan satu dokter melayani kurang dari 1.000 penduduk, jauh melampaui standar nasional. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen anggaran yang konsisten di atas 20 persen setiap tahunnya, melampaui batas wajib 10 persen.
Inovasi berkelanjutan melalui program "Mojo Indah" turut memperkokoh posisi Mojokerto sebagai kota paling inovatif di Indonesia selama lima tahun terakhir. Ning Ita menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil sinergi erat antara Dinas Kesehatan, ribuan kader motivator, tenaga medis, sektor swasta, akademisi, dan media yang bahu-membahu meningkatkan taraf hidup masyarakat.