Suhita Lebah Indonesia, unit usaha yang berbasis di Bandar Lampung, telah membuktikan bahwa bisnis madu dapat berkembang pesat melalui model integrasi yang komprehensif. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada penjualan akhir, melainkan membangun ekosistem yang menghubungkan pengelolaan di kawasan hutan hingga distribusi produk kepada konsumen secara sistematis.
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas, Suhita Lebah Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan para peternak lebah serta tenaga ahli di bidang perlebahan. Pendekatan ini mencakup pelatihan budidaya bagi masyarakat di sekitar hutan, yang secara langsung memberikan dampak ekonomi bagi komunitas lokal sekaligus menjamin otentisitas produk seperti Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey.
Pemilik Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengungkapkan bahwa kunci ketahanan bisnisnya terletak pada kontrol penuh dari hulu ke hilir. Perusahaan menerapkan teknologi pascapanen berupa metode pengurangan kadar air tanpa suhu tinggi, yang terbukti efisien secara energi, ramah lingkungan, serta mampu mempertahankan nutrisi madu sesuai standar SNI. Seluruh proses produksi pun telah diperkuat dengan berbagai sertifikasi keamanan pangan, termasuk NKV, Halal, HACCP, serta TKDN.
Transformasi bisnis ini juga tidak lepas dari peran pendampingan Rumah BUMN BRI Bakauheni sejak 2021. Melalui program seperti BRIncubator dan BRILiaNpreneur, Isnina berhasil memperluas skala usahanya. Dukungan ekosistem perbankan, seperti kemudahan transaksi melalui QRIS BRI dan akses pembiayaan, turut memperlancar operasional bisnis di pasar domestik.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi langkah konkret Suhita Lebah Indonesia. Menurutnya, sinergi antara ketekunan pelaku UMKM dengan program pendampingan yang tepat merupakan kunci utama agar usaha lokal mampu berdaya saing tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi regional.