PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9 persen secara tahunan (YoY). Capaian ini melampaui panduan target tahunan perusahaan, ditopang oleh EBITDA sebesar Rp37,5 triliun dengan margin mencapai 49,4 persen serta laba bersih yang disesuaikan sebesar Rp11,3 triliun.
Di balik capaian finansial tersebut, Telkom tengah mengeksekusi transformasi bisnis berskala besar melalui agenda strategis "TLKM 30". Perusahaan secara bertahap menggeser struktur organisasinya dari model operating company menjadi strategic holding. Salah satu fokus utamanya adalah memisahkan bisnis infrastruktur digital dari bisnis layanan ritel agar masing-masing entitas dapat berkembang lebih fokus dan lincah.
Langkah nyata transformasi ini ditunjukkan lewat penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp49,9 triliun pada Agustus 2026. Melalui entitas InfraNexia, total aset yang dialihkan mencapai Rp85,7 triliun. Saat ini InfraNexia mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, yang mencakup 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa pemisahan unit bisnis infrastruktur ini merupakan pijakan kunci untuk membuka peluang pertumbuhan baru. Meski Telkom tetap menguasai lebih dari 99 persen saham InfraNexia, entitas tersebut dirancang menjadi penyedia konektivitas grosir (wholesale connectivity) yang netral. Layanannya disiapkan untuk melayani berbagai operator seluler, penyedia pusat data, hingga layanan awan dan konektivitas 5G.
Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, optimistis pemisahan aset ini akan memperkuat modernisasi jaringan dan memperkokoh posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur yang andal. Melalui strategi ini, aset jaringan yang mulanya dipandang sebagai beban biaya kini ditransformasi menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus menentukan arah keberlanjutan bisnis Telkom di masa depan.