TUBAN – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo, khususnya Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate, mengambil langkah kreatif untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui gelaran turnamen bola voli antar-klub di Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Perhutani berupaya merangkul generasi muda guna memperkuat komitmen menjaga kelestarian kawasan hutan setempat.

Ajang olahraga yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan sekadar kompetisi fisik. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi jembatan komunikasi interaktif antara petugas kehutanan dan warga, sekaligus menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya melindungi lingkungan dari berbagai ancaman kerusakan.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bate, Didi Triarsa, mewakili Administratur KPH Jatirogo, menjelaskan bahwa pemuda memegang peran krusial sebagai agen perubahan di tingkat tapak. Menurutnya, kolaborasi aktif dengan generasi muda sangat efektif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan hutan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Kami memanfaatkan momentum olahraga ini untuk menyatukan visi. Semangat sportivitas dan nasionalisme yang terbangun diharapkan dapat bertransformasi menjadi kepedulian nyata dalam menjaga hutan agar tetap aman dan lestari," ujar Didi.

Inisiatif ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Sukarman, salah satu tokoh pemuda Kecamatan Senori, menyatakan apresiasinya atas dukungan nyata dari pihak Perhutani. Ia menegaskan bahwa para pemuda siap mengambil peran aktif, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga dalam aksi-aksi sosial lingkungan.

"Sinergi seperti ini memotivasi kami untuk lebih peduli. Kami siap bersinergi dengan Perhutani dalam mengawal kelestarian hutan di wilayah kami agar manfaatnya dapat terus dirasakan hingga generasi mendatang," pungkas Sukarman. Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pola kemitraan yang berkelanjutan demi kelestarian ekologi di Tuban.