Raksasa teknologi Apple memberlakukan kebijakan baru terkait kapasitas pelacakan perangkat pada ekosistemnya. Kini, pengguna hanya diizinkan untuk menghubungkan maksimal 32 item ke dalam satu akun layanan Find My. Aturan ini berlaku menyeluruh untuk semua perangkat pelacak yang kompatibel, tidak terbatas pada produk AirTag saja.
Dalam penghitungannya, Apple menerapkan metode yang cukup rinci. Sebagai contoh, satu unit AirPods terbaru akan dihitung sebagai tiga item terpisah, yang mencakup earbud kiri, earbud kanan, dan wadah pengisi dayanya. Apabila pengguna telah mencapai batas kuota tersebut, sistem pada iPhone secara otomatis akan memunculkan peringatan melalui aplikasi Find My. Untuk mengatasinya, pengguna disarankan menghapus perangkat lama yang sudah tidak aktif sebelum menambahkan unit baru.
Bersamaan dengan kebijakan ini, kehadiran AirTag generasi kedua yang meluncur pada awal 2026 turut membawa berbagai pembaruan teknologi yang signifikan. Perangkat pelacak pintar ini dibekali chip Ultra Wideband generasi terbaru yang menjanjikan akurasi pencarian (Precision Finding) yang jauh lebih cepat dan mendalam, serta dukungan pengeras suara dengan volume 50 persen lebih kencang dibanding pendahulunya.
Fitur unggulan lain yang disematkan adalah "Share Item Location", yang mempermudah pengguna membagikan koordinat lokasi barang yang hilang kepada pihak ketiga, seperti staf maskapai penerbangan saat bagasi tertinggal. Proses sinkronisasi AirTag baru pun dirancang sangat praktis, baik secara otomatis saat didekatkan ke iPhone, maupun secara manual melalui aplikasi Find My, termasuk untuk perangkat pelacak dari merek pihak ketiga yang didukung.