Pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), akhirnya kembali bergulir setelah sempat mati suri selama delapan tahun. Kepastian penyelenggaraan Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 ini menjadi angin segar bagi pembinaan atlet di ranah Minang pasca-pelaksanaan terakhir pada 2018 silam.
Selama hampir sewindu, agenda rutin dua tahunan ini terus mengalami penundaan yang dipicu oleh berbagai kendala. Fase awal penundaan disebabkan oleh hantaman pandemi Covid-19 yang melumpuhkan berbagai aktivitas publik. Pascapandemi, tantangan klasik berupa keterbatasan anggaran daerah serta ketidaksiapan infrastruktur calon tuan rumah tunggal membuat ajang ini terus terulur.
Menyiasati kendala finansial tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat meluncurkan terobosan baru. Porprov XVI kali ini tidak lagi bertumpu pada satu daerah penyelenggara, melainkan mengusung konsep kolaborasi multipihak dengan menunjuk 12 kabupaten dan kota sebagai tuan rumah bersama untuk memfasilitasi 53 cabang olahraga.
Keputusan strategis ini diresmikan dalam rapat koordinasi kepala daerah sekaligus peluncuran resmi PORPROV XVI di Istana Gubernuran pada Kamis (27/8/2026). Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, langsung menginstruksikan jajaran KONI Sumbar dan seluruh pengurus cabang olahraga untuk segera menggenjot persiapan teknis serta kesiapan fisik para atlet.
Adapun 12 wilayah yang ditunjuk sebagai penyelenggara pertandingan meliputi Bukittinggi, Padang, Solok, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pariaman, Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Kepulauan Mentawai. Lapangan Merdeka di Kota Solok akan menjadi pusat seremoni pembukaan pada 2 Oktober, sementara upacara penutupan bakal digelar di Main Stadium Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, memaparkan bahwa edisi kali ini juga mencetak sejarah baru dengan ikut sertanya Kepulauan Mentawai sebagai salah satu tuan rumah. Kehadiran Mentawai sekaligus menandai debut cabang olahraga selancar (surfing) yang untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam sejarah Porprov Sumbar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, optimis kembalinya Porprov dapat memulihkan ekosistem olahraga daerah yang sempat mandek. Senada dengan hal itu, Gubernur Mahyeldi juga berharap perhelatan akbar ini tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi, melainkan turut menggerakkan roda ekonomi lokal melalui geliat sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah pelaksana.