Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, menutup sesi perdagangan pada Selasa (7/7/2026) di zona merah. Koreksi ini terutama didorong oleh gelombang tekanan jual yang melanda emiten-emiten sektor teknologi, yang memicu pelemahan pada indeks utama Dow Jones, S&P 500, hingga Nasdaq.

Indeks Nasdaq menjadi yang paling terdampak dengan penurunan signifikan sebesar 1,16 persen, diikuti oleh S&P 500 yang terkoreksi 0,45 persen, serta Dow Jones Industrial Average yang tergelincir 0,25 persen. Sentimen negatif ini diperparah oleh performa buruk saham sektor industri dan material, yang masing-masing mencatat penurunan tajam sebesar 3,41 persen dan 2,45 persen.

Perhatian investor tertuju pada dinamika industri semikonduktor menyusul kabar bahwa DeepSeek mulai mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) mandiri, yang memicu kekhawatiran atas dominasi pasar Nvidia dan Huawei. Kondisi ini membuat saham Micron anjlok 4,7 persen dan Sandisk merosot 7,3 persen. Di sisi lain, debut perdana saham SpaceX di indeks Nasdaq 100 tidak berjalan mulus dengan penurunan nilai mencapai 7 persen.

Di tengah volatilitas pasar ekuitas, komoditas emas justru menjadi incaran sebagai aset lindung nilai. Harga emas berjangka di bursa COMEX mengalami apresiasi sebesar 0,3 persen menjadi US$4.180,5 per ons, didorong oleh kekhawatiran investor terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah, meskipun penguatan dolar AS sempat membatasi lonjakan harga lebih lanjut.

Gelombang pelemahan ini tidak hanya terjadi di Amerika, namun juga merambah bursa Eropa. Indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,65 persen, dengan kinerja sektor teknologi yang lagi-lagi menjadi penekan utama indeks di kawasan tersebut.