Inovasi teknologi hijau di sektor transportasi publik dan alat berat terus berkembang pesat. Dalam ajang Shandong Heavy Industry Global Partners Conference & Green Intelligent Products Expo yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, produsen teknologi global Weichai secara resmi memperkenalkan lima pilar teknologi masa depan. Langkah ini dirancang untuk mempercepat transisi global menuju penggunaan kendaraan niaga yang lebih ramah lingkungan, cerdas, dan efisien.
Kelima inovasi utama yang diperkenalkan tersebut mencakup kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), kendaraan hibrida (HEV), sel bahan bakar membran pertukaran proton (PEMFC), mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar alternatif, serta sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS). Melalui pengembangan mandiri di seluruh lini produksi, perusahaan berupaya menghadirkan solusi penggerak yang tidak hanya rendah emisi tetapi juga memiliki performa tinggi.
Pada sektor BEV, Weichai memamerkan baterai inovatif CT100 yang dirancang khusus untuk truk traktor dan dump truck dengan fitur pengisian daya cepat serta keamanan tingkat tinggi melalui tiga lapis insulasi. Selain itu, sistem penggerak WMS3200 dan sistem kontrol pintar WMC turut dihadirkan untuk mengoptimalkan efisiensi energi pada berbagai jenis kendaraan mulai dari truk ringan hingga bus kota.
Sementara itu, untuk menjawab keterbatasan jarak tempuh kendaraan listrik murni, sistem penggerak HEV ditawarkan melalui integrasi mesin konvensional dan listrik. Model WP3NNG berbasis gas alam, misalnya, mampu menempuh jarak hingga lebih dari 1.000 kilometer dengan memanfaatkan kombinasi daya listrik untuk rute pendek dan generator penambah jarak untuk rute antar-kota. Di sisi lain, ekosistem energi hidrogen melalui teknologi PEMFC dengan mesin WEF300 juga mulai diaplikasikan pada truk logistik berat berkapasitas 49 ton.
Penggunaan bahan bakar alternatif non-fosil juga diwujudkan lewat pengembangan mesin pembakaran internal modular berbasis hidrogen (WP15DI) dan metanol (WP17T). Kedua mesin ini menawarkan efisiensi termal yang sangat tinggi dan biaya operasional yang lebih ekonomis untuk alat berat sektor pertambangan. Melengkapi aspek keselamatan, teknologi ADAS dengan konsep konektivitas kendaraan-jalan-awan (vehicle-road-cloud) turut diperkenalkan untuk mendukung operasional truk otonom secara presisi serta meningkatkan keamanan berkendara di jalan raya.