Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 daerah tersebut untuk memperkenalkan program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program inovatif dari Kementerian Pertanian RI ini dipamerkan dalam ajang pameran pembangunan yang berlangsung di Alun-Alun Suka Makmue, menarik perhatian besar dari masyarakat setempat, termasuk para petani, penyuluh, dan generasi muda.

PM-AAS dirancang sebagai sistem budidaya padi berbasis teknologi yang mengintegrasikan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) mutakhir serta pengelolaan lahan secara presisi. Melalui pendekatan ini, proses bertani mulai dari pengolahan tanah hingga masa panen diharapkan menjadi lebih efisien, mampu memangkas biaya produksi, dan meningkatkan kualitas serta volume hasil panen. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi nasional guna mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap implementasi sistem ini. Menurutnya, adopsi teknologi sangat krusial dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian saat ini, seperti dampak perubahan iklim dan berkurangnya tenaga kerja di sektor agraris. Program ini diharapkan memicu transformasi pertanian di Nagan Raya menjadi lebih produktif.

Kehadiran stan PM-AAS dalam pameran ini tidak sekadar berfungsi sebagai sarana promosi, melainkan juga sebagai media edukasi interaktif bagi para pelaku sektor pertanian. Pemerintah daerah berharap sosialisasi ini dapat mendorong para petani lokal untuk mulai meninggalkan metode konvensional dan beralih ke teknologi modern demi memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun nasional.