Samsung dikabarkan melakukan perombakan besar pada lini jam tangan pintar terbarunya. Berdasarkan bocoran yang mencuat pada Juli 2026, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini dipastikan akan meninggalkan chipset Exynos buatan internal dan beralih menggunakan Qualcomm Snapdragon Wear Elite untuk seri Galaxy Watch 9 serta Galaxy Watch Ultra 2.
Penggunaan prosesor fabrikasi 3nm dari Qualcomm ini diprediksi akan menjadi pembeda utama dalam hal efisiensi energi, kecepatan pengisian daya, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) secara langsung pada perangkat. Langkah ini dinilai sebagai lonjakan spesifikasi signifikan yang diharapkan mampu memberikan pengalaman pengguna lebih responsif dibandingkan iterasi sebelumnya.
Sorotan juga tertuju pada kapasitas daya baterai yang ditingkatkan, khususnya pada varian Galaxy Watch Ultra 2 yang disebut mengusung kapasitas jumbo sebesar 800mAh, jauh melampaui pendahulunya yang hanya 590mAh. Sementara itu, varian standar Galaxy Watch 9 tetap mempertahankan profil kapasitas baterai yang serupa dengan generasi sebelumnya, dengan peningkatan minor pada model berukuran 44mm.
Selain peningkatan performa mesin, seluruh jajaran smartwatch baru ini dipastikan akan mendukung standar konektivitas mutakhir, termasuk Bluetooth 6.0 dan dual-band Wi-Fi. Khusus untuk model Ultra 2, Samsung mempertahankan penggunaan material titanium premium guna memperkuat sisi ketahanan perangkat.
Di balik spesifikasi yang mumpuni, muncul kekhawatiran terkait kebijakan penetapan harga. Analisis pasar menunjukkan bahwa Samsung kemungkinan akan menaikkan banderol harga untuk seri ini, yang memicu keraguan di kalangan konsumen. Dengan estimasi harga Galaxy Watch Ultra 2 yang menyentuh angka €749, Samsung menghadapi tantangan berat untuk meyakinkan pasar agar tetap kompetitif di tengah dominasi pangsa pasar yang saat ini masih dipimpin oleh Apple.