PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi tancap gas dalam memperluas jangkauan bisnisnya setelah melantai di Bursa Efek Indonesia. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan pasca-IPO, perusahaan yang dipimpin oleh Nagita Slavina ini menempatkan industri hiburan langsung, khususnya konser musik, sebagai lokomotif utama pendapatan masa depan.

Berdasarkan prospektus perusahaan, sebanyak Rp161,5 miliar atau sekitar 37,61% dari total dana IPO telah disiapkan untuk mendanai penyelenggaraan 16 konser yang dijadwalkan berlangsung dari semester kedua tahun 2026 hingga 2028. Rangkaian acara ini dirancang untuk menghadirkan musisi papan atas, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menegaskan bahwa ambisi perusahaan bukan sekadar menggelar konser sekali putus, melainkan membangun ekosistem hiburan yang berkelanjutan. Ia mencontohkan festival musik internasional seperti Coachella sebagai tolok ukur dalam menciptakan nilai tambah yang memberikan dampak positif jangka panjang bagi para pemegang saham.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menambahkan bahwa keahlian pendiri perusahaan dalam industri kreatif menjadi fondasi krusial. Menurutnya, kesuksesan ekspansi ini akan sangat bergantung pada manajerial profesional dan pemilihan segmentasi pasar yang tepat, yang jika dieksekusi dengan baik, akan memberikan margin profitabilitas yang menjanjikan bagi perusahaan.

Selain fokus pada bisnis konser, RANS juga mengalokasikan dana untuk memperkuat lini bisnis lainnya. Sebesar Rp85 miliar disiapkan untuk akuisisi saham mayoritas PT Rans Kosmetika Indonesia, sementara Rp80 miliar dialokasikan untuk ekspansi wahana edukasi keluarga, Cipungland, ke sembilan kota besar di Indonesia. Perusahaan juga menjajaki sektor teknologi dengan menginvestasikan Rp35 miliar untuk pengembangan perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.