Kasus malapraktik mengejutkan terjadi di Baoji, Provinsi Shaanxi, China, di mana seorang pria lanjut usia bermarga Li menjadi korban penipuan dan prosedur medis yang tidak etis. Berawal dari kunjungan rutin untuk mengatasi sakit gigi di Klinik Gigi Datuanyuan pada September lalu, Li justru menjadi sasaran taktik pemasaran agresif yang menjanjikan kesehatan jangka panjang dan umur panjang melalui pemasangan implan gigi.
Tanpa pertimbangan medis yang memadai, pihak klinik melakukan pencabutan paksa terhadap 12 gigi Li dan memasang 10 implan. Ironisnya, prosedur berisiko tinggi tersebut dilakukan pada pasien yang memiliki riwayat penyakit serius, termasuk diabetes, hipertensi, serta penyakit jantung koroner dengan empat stent terpasang. Padahal, pakar kesehatan menegaskan bahwa pasien dengan kondisi komorbid semacam ini memerlukan pengawasan ketat dan stabilitas medis sebelum menjalani prosedur bedah mulut.
Selain risiko fisik yang membahayakan nyawa, klinik tersebut diduga melakukan eksploitasi finansial. Seluruh uang milik Li sebesar 18.800 yuan atau sekitar Rp50 juta dikuras habis oleh staf klinik, bahkan meninggalkan tagihan utang tambahan sebesar 6.200 yuan. Kondisi Li ditemukan sangat memprihatinkan oleh keluarganya, dengan mulut yang masih berdarah pasca-operasi dan sisa uang yang hanya cukup untuk ongkos bus.
Keluarga korban kemudian menemukan berbagai kejanggalan dalam rekam medis, termasuk kesalahan pencantuman identitas gender dan dugaan pemalsuan dokumen untuk menutupi kelalaian prosedur. Setelah melalui investigasi panjang, biro kesehatan setempat akhirnya menyatakan Klinik Gigi Datuanyuan bersalah karena gagal melakukan penilaian pra-operasi dan tidak menyediakan rencana perawatan alternatif bagi pasien.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas pelanggaran standar medis dan etika tersebut, otoritas berwenang telah memerintahkan klinik untuk mengembalikan seluruh biaya perawatan yang telah dibayarkan oleh korban. Selain itu, klinik tersebut kini harus menghentikan operasionalnya untuk menjalani masa perbaikan dan evaluasi total guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.