Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (9/7). Aksi beli investor terhadap saham-saham sektor teknologi menjadi katalis utama yang membawa indeks acuan tetap berada di zona hijau, meskipun sentimen pasar sempat tertekan oleh eskalasi situasi militer di kawasan Timur Tengah.
Indeks Nasdaq memimpin reli dengan lonjakan sebesar 1,30 persen, diikuti oleh S&P 500 yang menguat 0,81 persen ke posisi 7.543,66. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turut mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,27 persen. Kenaikan ini didukung oleh optimisme pasar terhadap sektor semikonduktor, di mana indeks PHLX melonjak tajam hingga 3,06 persen.
Sentimen positif bagi pasar teknologi datang dari pengumuman rencana investasi besar-besaran oleh Micron Technology senilai lebih dari USD 250 miliar hingga tahun 2035. Investasi ini diproyeksikan untuk merespons lonjakan permintaan chip memori yang dipicu oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tren serupa juga terlihat pada saham Meta Platforms yang turut menguat pasca adanya kabar mengenai rencana produksi chip AI mandiri.
Meskipun performa sektor teknologi tetap dominan, analis strategi investasi dari Baird, Ross Mayfield, mengingatkan bahwa volatilitas masih menjadi tantangan. Keberlanjutan reli pasar saat ini masih sangat bergantung pada stabilitas harga minyak dunia serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan. Pasar kini mulai mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.
Di sisi lain, laporan kinerja emiten menjadi fokus perhatian utama para pelaku pasar. Sektor teknologi diprediksi menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan laba emiten S&P 500 yang diperkirakan mencapai 24 persen secara tahunan. Meski terdapat penurunan pada beberapa saham konsumsi seperti PepsiCo dan Costco, secara keseluruhan volume transaksi di Wall Street tetap menunjukkan ketahanan pasar di tengah dinamika makroekonomi global.