Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak mengambil langkah proaktif dalam mendekatkan akses pelayanan medis kepada masyarakat melalui partisipasi aktif dalam ajang Demak Ekspo 2026. Kegiatan pameran yang berpusat di halaman Sport Center Demak tersebut berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 6 hingga 9 Agustus lalu.
Kehadiran stan kesehatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat luas, dengan tercatat lebih dari 500 pengunjung yang singgah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 warga secara langsung memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis, yang meliputi cek kadar kolesterol, asam urat, gula darah, serta pemantauan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan frekuensi napas.
Direktur RSINU Demak, dr. Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa keikutsertaan ini merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain sebagai bentuk pelayanan, kehadiran stan ini juga menjadi bagian dari transparansi publik mengenai perkembangan fasilitas dan kualitas layanan yang terus ditingkatkan oleh pihak rumah sakit.
Tidak hanya melayani pemeriksaan fisik, tim medis RSINU Demak juga memberikan edukasi penting mengenai sistem rujukan berjenjang. Warga diajarkan bagaimana alur prosedur rujukan yang benar, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik mandiri, hingga akhirnya mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
Untuk menarik minat pengunjung, stan tersebut juga menyediakan alat analisis kulit wajah (skin analysis) interaktif yang terhubung langsung ke monitor pemantau. Bersamaan dengan itu, RSINU Demak turut memperkenalkan berbagai poliklinik spesialis unggulan mereka, termasuk layanan kardiologi, hemodialisis, kesehatan anak, ortopedi, hingga penanganan darurat 24 jam dan vaksinasi internasional.
Apresiasi atas inisiatif ini turut disampaikan oleh Ketua Yayasan Hasyim Asy'ari, KH. Muhammad Aminuddin. Beliau menegaskan bahwa peran rumah sakit seharusnya tidak hanya berfokus pada penyembuhan pasien yang sakit, melainkan juga memprioritaskan edukasi preventif agar masyarakat memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesehatan secara mandiri sejak dini.