Selama ini dikenal luas sebagai bahan pangan kaya serat untuk diet dan pencernaan, tanaman porang menyimpan potensi medis yang menjanjikan. Studi terbaru menunjukkan bahwa kandungan serat alami di dalamnya, yang dikenal sebagai glukomanan, memiliki kemampuan untuk membantu meredakan peradangan atau inflamasi di dalam tubuh.
Secara biologis, radang merupakan respons protektif tubuh saat mendeteksi adanya luka, infeksi, atau iritasi. Gejalanya kerap ditandai dengan pembengkakan, rasa nyeri, sensasi panas, hingga keterbatasan gerak pada area yang terdampak. Namun, respons yang berlebihan justru dapat merusak jaringan sehat, sehingga diperlukan agen pengendali alami seperti glukomanan untuk menyeimbangkan reaksi tersebut.
Guna menguji efektivitas ini, para peneliti melakukan uji coba laboratorium terhadap hewan model yang diinduksi pembengkakan menggunakan zat karagenan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian glukomanan secara signifikan mampu menurunkan volume bengkak dan meredakan tanda-tanda radang pada subjek uji, terutama pada konsentrasi dosis yang lebih tinggi.
Secara molekuler, senyawa aktif dalam glukomanan bekerja dengan cara menenangkan mekanisme alarm tubuh yang memicu inflamasi. Serat ini mampu menekan aktivitas protein NF-kB yang bertindak sebagai tombol utama peradangan, serta menurunkan kadar sitokin inflamasi seperti IL-6 dan TNF-alpha yang biasanya memanggil sel-sel pertahanan secara berlebihan ke area luka.
Tidak hanya itu, glukomanan juga menghambat kerja enzim COX-1 dan COX-2 yang bertanggung jawab atas timbulnya rasa nyeri dan pembengkakan fisik. Kendati temuan ini memberikan angin segar bagi pemanfaatan tanaman lokal, para ahli menekankan perlunya riset klinis lanjutan pada manusia untuk memastikan takaran dosis yang aman serta efikasi terapeutiknya secara pasti.