Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempersoalkan asal-usul dana yang digunakan investor untuk membeli Patriot Bond, surat utang khusus yang diterbitkan oleh BPI Danantara. Dalam keterangan resminya, Purbaya menyatakan sumber dana tidak akan diutak-atik, berbeda dari skema pengampunan pajak (tax amnesty) yang berlaku luas.
Kebijakan ini mengacu pada UU 4/2026 tentang Perubahan atas UU 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Melalui regulasi tersebut, negara memberikan perlindungan hukum khusus kepada setiap pembelian instrumen surat utang khusus, termasuk Patriot Bond dan Merah Putih Bond, yang dilakukan di pasar primer.
Pasal 50A ayat (5) UU 4/2026 secara eksplisit menyatakan bahwa negara menjamin dan melindungi pembelian surat utang khusus dari penuntutan pidana umum, pidana khusus termasuk pidana perpajakan, serta dari gugatan perdata. Selain itu, data transaksi pembelian instrumen ini tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak atau bukti hukum dalam persidangan.
Purbaya menjelaskan tujuan utama kebijakan ini adalah agar dana investor dapat masuk ke dalam sistem keuangan nasional dan dialokasikan untuk menggerakkan geliat ekonomi serta pembangunan. Ia membandingkan situasi ini dengan tax amnesty, di mana perlindungan berlaku menyeluruh, sementara Patriot Bond hanya melindungi dana yang disalurkan melalui instrumen tersebut.
""Yang masuk ke situ [surat utang khusus] aman, tapi perusahaannya enggak imun. Jadi, enggak seperti tax amnesty. Tax amnesty kan bebas semua. Ini enggak, uang yang masuk ke situ saja. Jadi, kalau Anda punya uang banyak, masukin ke situ cepet-cepet," tutur Purbaya.
Pemerintah menegaskan bahwa penegakan hukum tetap berlaku bagi pelaku bisnis atau investor di luar skema ini. Apabila terdapat pelanggaran hukum lain, instansi terkait tetap berwenang mengejar dan memproses secara hukum. Insentif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak modal ke dalam perekonomian nasional demi memperkuat ketahanan dan pertumbuhan sektor keuangan.
", "category": "Bisnis" }