Pemerintah Kota Pontianak menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan dunia olahraga lokal dengan mendorong pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis pada sejumlah cabang olahraga populer seperti pencak silat, taekwondo, dan catur, guna melahirkan talenta yang tidak hanya tangguh di arena laga tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Langkah nyata pembinaan ini terlihat salah satunya pada pembukaan Turnamen Pencak Silat Bahasan Cup III di GOR Kota Pontianak. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar ajang adu fisik untuk meraih trofi, melainkan sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, seperti disiplin, etika, serta rasa hormat kepada guru dan sesama.
Melalui kompetisi yang berkelanjutan, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pontianak diharapkan mampu terus mengasah mental bertanding para pesilat muda. Pemerintah daerah berharap, dari gelanggang ini lahir generasi pesilat tangguh yang mampu mengharumkan nama Pontianak di kancah nasional maupun internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan akhlak mulia.
Selain pencak silat, cabang olahraga bela diri lainnya seperti taekwondo juga mulai menembus level global. Sebanyak 58 atlet taekwondo Pontianak diberangkatkan untuk berlaga di kejuaraan The MBW International Taekwondo Championship di Negeri Sembilan, Malaysia. Keikutsertaan para taekwondoin muda ini dinilai menjadi momentum berharga untuk memperluas pengalaman tanding internasional sekaligus mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin masa depan.
Di sisi lain, cabang olahraga asah otak seperti catur turut mendapat atensi khusus dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Dalam sebuah laga uji tanding persahabatan melawan Master Nasional Arief Rahman, Edi menekankan pentingnya pembinaan catur sejak usia dini. Pemerintah kota menargetkan lahirnya generasi pecatur baru yang mampu meraih gelar internasional bahkan menembus level Grandmaster.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Pontianak mendorong pemanfaatan ruang publik secara kreatif sebagai wadah berlatih dan bertanding catur. Sinergi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan pihak swasta diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang solid, demi mewujudkan Pontianak sebagai lumbung atlet berprestasi dunia.