Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Kediri memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Jalan Daha untuk menggelar sosialisasi terbuka kepada masyarakat. Melalui aksi bertajuk ORADO Domino Challenge, pengurus mengajak warga mengenal permainan domino tidak lagi sekadar wacana hiburan, melainkan sebagai cabang olahraga asah otak yang diakui secara resmi.

Langkah jemput bola ini sengaja dilancarkan demi memutus persepsi negatif yang selama ini kerap melekat pada permainan tersebut. ORADO menegaskan bahwa domino yang dinaunginya berfokus pada ketangkasan, konsentrasi, kalkulasi strategi, serta pembentukan jiwa sportivitas tinggi, sangat jauh dari citra kegiatan tak produktif.

Dalam kesempatan tersebut, para pengunjung CFD tak hanya diajak bertanding secara cuma-cuma, tetapi juga dibekali pemahaman mendasar mengenai regulasi standar nasional melalui sesi edukasi Domino 101. Kehadiran ORADO di ruang publik ini sekaligus mempertegas posisi organisasi yang kini telah resmi bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai cabang olahraga berprestasi yang terstruktur.

Ketua Pengcab ORADO Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menyampaikan bahwa pendekatan santai di pusat keramaian sangat efektif untuk menjalin komunikasi hangat dengan publik. Menurutnya, keanggotaan resmi di KONI menjadi pijakan penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang jelas dan berkelanjutan dari tingkat daerah.

Sebagai bentuk kesinambungan dari agenda edukasi ini, ORADO Kota Kediri bekerja sama dengan Kodim 0809 bersiap menggelar kompetisi resmi bertajuk Turnamen Domino Piala Panglima Cup pada 27 September mendatang. Kejuaraan terbuka tanpa biaya pendaftaran ini dipusatkan di area Kodim 0809 Kota Kediri, di mana informasi pendaftarannya dapat diakses publik melalui akun Instagram resmi @oradokotakediri.