Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan persembahyangan bersama dalam rangka memperingati Hari Pitenget Tumpek Krulut Tahun 2026. Kegiatan spiritual yang dipusatkan di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai kemanusiaan melalui aksi sosial yang nyata.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Ritual sakral tersebut dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Putra Wanasari dari Griya Pengabangan Sanur dan disemarakkan dengan pementasan seni gamelan tradisional secara bersamaan atau "Mebarung" serta tari Rejang Dewa.

Sebagai hari suci yang menghormati Sang Hyang Aji Gurnita, Tumpek Krulut identik dengan penyucian alat musik tradisional atau gamelan. Berbagai sanggar seni lokal turut ambil bagian menampilkan harmoni musik tradisional Bali, mulai dari Gong Semarapegulingan hingga kesenian Gandrung, yang memukau para peserta upacara yang hadir.

Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan semata, tetapi juga diisi dengan aksi sosial berupa pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Langkah ini merujuk pada instruksi Gubernur Bali Wayan Koster agar seluruh kabupaten dan kota menyediakan akses pengobatan tanpa biaya pada momen suci ini.

Menurut Jaya Negara, penyediaan layanan kesehatan cuma-cuma ini merupakan implementasi nyata dari filosofi Tumpek Krulut, yakni memuliakan manusia. Melalui sinergi antara nilai keagamaan dan kepedulian sosial, pemerintah daerah berharap dapat terus meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.