Kemeriahan menyelimuti Kota Bogor saat ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan dan mengikuti Kirab Merah Putih pada Minggu (9/8/2026). Agenda tahunan yang menjadi bagian dari Festival Merah Putih (FMP) 2026 ini menyedot perhatian publik dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter di sepanjang jalur protokol kota.

Parade kolosal ini memulai rutenya dari ikon Kota Bogor, Tugu Kujang di Jalan Otista. Peserta kemudian menyusuri Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Jenderal Sudirman, sebelum akhirnya menyudahi perjalanan di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi). Jarak tempuh sekitar 1,5 kilometer tersebut dilalui dengan penuh semangat oleh para peserta yang terdiri dari pelajar berbagai tingkatan, mahasiswa, hingga puluhan elemen masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa FMP yang kini memasuki pelaksanaan ke-11 telah menjelma menjadi tradisi penting di Kota Hujan. Menurutnya, festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah wadah konsisten untuk memelihara jiwa patriotisme serta kecintaan terhadap tanah air yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

Ketua FMP 2026, Syahril M. Said, menjelaskan bahwa kirab ini melibatkan sekitar 60 elemen masyarakat yang saling bergotong royong. Teknis pembawaan bendera dibagi menjadi lima rangkaian, di mana satu bentangan bendera digotong oleh 250 orang secara bersamaan, diiringi oleh harmoni dinamis dari enam kelompok drum band yang menyemarakkan suasana parade.

Sebagai salah satu dari 17 rangkaian kegiatan FMP tahun ini, kirab bendera raksasa sukses menjadi magnet utama penonton. Kemeriahan perayaan kemerdekaan di Kota Bogor dijadwalkan akan terus berlanjut hingga puncaknya pada perhelatan Festival Kopi Legendaris di kawasan Sempur pada akhir Agustus mendatang.