Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Riau menggelar lokakarya bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Multimedia” di Pekanbaru, Kamis (27/8). Agenda ini diselenggarakan sebagai respons strategis terhadap derasnya arus teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah merevolusi lanskap industri media massa dan komunikasi publik.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru ini sukses menarik perhatian sekitar 170 peserta, yang terdiri atas jurnalis dari berbagai media lokal serta praktisi hubungan masyarakat (humas). Melalui lokakarya ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam agar mampu mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam siklus kerja jurnalistik sehari-hari.

Bendahara Umum AMSI Nasional, Gaib Maruto Sigit, yang membuka acara tersebut secara resmi menekankan urgensi adaptasi bagi pekerja media. Ia mengingatkan bahwa jurnalis yang enggan merangkul kecerdasan buatan terancam tertinggal dalam persaingan. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa AI hanyalah alat bantu pengolah data, sementara hakikat pencarian fakta di lapangan tetap menjadi wilayah eksklusif manusia.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Komda Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau, Suyatno, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi ini sangat krusial demi efisiensi penyebaran informasi sektor kehutanan kepada publik. Namun, ia juga menegaskan bahwa kendali verifikasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia untuk menjaga integritas informasi, hak cipta, serta kepatuhan pada kode etik.

Ketua AMSI Riau, Firman Agus, menambahkan bahwa fokus utama dari kegiatan edukatif ini adalah membentuk kerangka berpikir (mindset) yang bertanggung jawab di kalangan jurnalis dan praktisi humas. Menurutnya, meskipun teknologi dan aplikasi pengolah konten terus berganti, komitmen terhadap kualitas konten yang kredibel adalah kunci utama dalam merawat ekosistem media yang sehat.

Untuk memberikan wawasan praktis, workshop ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Dimas Ibrahim (Product Manager Tempo Digital), Elga Maulina (Senior Editor dan Social Media Specialist Suara.com), serta Isabella Wibowo (Strategic Partner Manager YouTube Indonesia). Kolaborasi para ahli ini diharapkan dapat melahirkan strategi optimalisasi konten digital tanpa mengorbankan kaidah hukum dan etika pers yang berlaku.