Bangkok, Thailand menjadi saksi kolaborasi inovasi lintas negara. Melalui ajang "Tech Solution Day" yang diinisiasi oleh Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan bersama Dewan Pembangunan Nasional (NDC), sebanyak 11 perusahaan rintisan (startup) asal Taiwan memamerkan berbagai solusi mutakhir berbasis kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), layanan kesehatan pintar, hingga teknologi hijau berkelanjutan.

Sektor teknologi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini, mencakup inovasi manajemen energi, pelacakan emisi karbon, pengolahan limbah, hingga konversi karbon. Selain itu, startup yang berpartisipasi juga memperkenalkan sistem akses pintar, analisis talenta berbasis kecerdasan buatan, teknologi visual 3D tanpa kacamata, serta aplikasi AI di industri fesyen.

Kerja sama ini dinilai strategis di tengah tren restrukturisasi rantai pasok global yang mulai menghindari ketergantungan pada Tiongkok. Manajer Pusat Pertukaran Talenta Internasional Startup Terrace, Tsai Hsin-lun, menjelaskan bahwa keunggulan Taiwan dalam sektor manufaktur perangkat keras menjadi daya tarik besar bagi pelaku industri di Thailand yang membidik pasar ekspor Eropa. Produk teknologi asal Taiwan juga dinilai memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di pasar internasional.

Di sisi lain, Thailand menawarkan keunggulan dalam teknologi pemasaran digital, industri fesyen kreatif, serta penerapan solusi IoT dan efisiensi energi pada sektor manufaktur lokal. Kepala Divisi Ekonomi Kantor Perwakilan Taipei di Thailand, Tseng Hsien-chao, optimistis bahwa pertukaran gagasan ini akan membuka peluang investasi baru yang saling melengkapi bagi ekosistem startup kedua negara.

Setelah agenda "Tech Solution Day", kesebelas startup Taiwan ini dijadwalkan menghadiri perhelatan Techsauce Global Summit. Di sana, mereka akan mendirikan paviliun khusus bertajuk "Taiwan Startup Terrace" guna memperluas penetrasi pasar dan memperkuat jaringan kemitraan digital di kawasan Asia Tenggara.