Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif dalam mengubah orientasi layanan kesehatan nasional, dari yang semula menitikberatkan pada pengobatan (kuratif) kini bergeser ke arah pencegahan dan deteksi dini (preventif).
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Endang Tirtana, menegaskan pentingnya memperkokoh program ini agar manfaatnya kian dirasakan masyarakat secara luas. Menurutnya, melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensi penyakit dan faktor risiko medis dapat diidentifikasi lebih cepat, sehingga langkah penanganan medis dapat dilakukan secara responsif sebelum kondisi pasien memburuk.
Lebih lanjut, Endang menjelaskan bahwa deteksi dini memiliki korelasi langsung dengan efisiensi pembiayaan kesehatan. Dengan mencegah penyakit berkembang ke fase kronis atau komplikasi serius, beban finansial yang harus ditanggung oleh keluarga pasien maupun anggaran negara melalui program jaminan kesehatan dapat ditekan secara signifikan.
Berdasarkan laporan capaian pemerintah, program yang bergulir sejak Februari 2025 tersebut telah menjangkau lebih dari 108 juta penerima manfaat. Layanan skrining kesehatan gratis ini kini telah tersebar di 10.255 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang menjangkau seluruh pelosok di 38 provinsi Indonesia.
Guna mengoptimalkan keberlanjutan program ini, PSI memberikan sejumlah rekomendasi strategis ke depan. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan mutu alat pemeriksaan, keakuratan tindak lanjut medis, ketersediaan pasokan obat-obatan, kesiapan sistem rujukan, hingga integrasi data kesehatan berbasis teknologi digital.