Jaringan ritel farmasi nasional, Apotek K-24, kembali membuka peluang investasi kemitraan melalui ajang International Franchise, License, and Business Concept Expo (IFRA) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang. Langkah ini mempertegas posisi merek asal Yogyakarta tersebut sebagai salah satu pemain utama dalam industri kesehatan di Indonesia.
Untuk membuka gerai baru, calon mitra perlu menyiapkan modal investasi berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar. Nilai investasi ini bervariasi tergantung pada lokasi geografis wilayah yang dipilih. Biaya operasional di wilayah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya, dengan biaya waralaba awal ditetapkan sebesar Rp120 juta.
Bisnis di sektor kesehatan dinilai memiliki daya tahan yang kuat terhadap gejolak ekonomi global karena obat-obatan merupakan kebutuhan primer masyarakat. Guna memastikan keberhasilan operasional mitra, manajemen pusat Apotek K-24 menyediakan dukungan penuh, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, sistem manajemen operasional terintegrasi, aplikasi digital K24Klik, hingga kebijakan proteksi area untuk menjaga persaingan tetap sehat.
Terkait persyaratan teknis, calon mitra wajib menyediakan ruang usaha dengan luas bangunan minimal 60 meter persegi dan lebar muka bangunan minimal 4 meter. Selain itu, status Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tempat usaha harus dipastikan sebagai ruko komersial demi memperlancar proses legalitas usaha di instansi pemerintahan setempat.
Reputasi kuat Apotek K-24 juga terbukti melalui perolehan dua penghargaan bergengsi di ajang IFRA Business Expo 2026, yakni Market Leader 2026 dan Indonesia Franchise Marketing Awards 2026. Bagi masyarakat yang tertarik menjajaki kerja sama ini, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui layanan hotline WhatsApp resmi kemitraan mereka.