Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kian diintensifkan. Guna membantu Satuan Tugas (Satgas) daerah, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional III menerjunkan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) beserta perlengkapan taktis ke tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Siak, Kampar, dan Indragiri Hulu.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pemerintah mengatasi situasi darurat lingkungan. Menurutnya, penanganan karhutla memerlukan tindakan cepat dan kolaborasi lintas sektor agar dampaknya tidak kian meluas.

Di lapangan, operasi pemadaman difokuskan pada sejumlah titik rawan. Salah satu lokasi terparah berada di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, di mana kobaran api melahap lahan seluas sekitar 40 hektare. Mengingat kawasan tersebut didominasi lahan gambut, petugas langsung memprioritaskan tahap pendinginan secara intensif untuk memadamkan bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Aksi serupa juga digencarkan di wilayah Sungai Golang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, yang mencatat luas area terdampak sekitar 4 hektare. Sementara itu, di Kabupaten Kampar, tim siaga darurat diterjunkan langsung ke Desa Hang Tuah, Kecamatan Perhentian Raja, guna mengamankan lokasi dari paparan api.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang dan penguatan deteksi dini, perusahaan menyiagakan 660 personel RPK yang tersebar di seluruh unit operasional untuk berpatroli hingga ke kawasan penyangga. Upaya pencegahan ini disempurnakan dengan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Arfina yang mampu memantau potensi titik panas secara aktual dalam radius lima kilometer, ditunjang pengoperasian drone, mesin pompa bertekanan tinggi, dan ketersediaan embung penampung air.