Ibu kota Iran, Teheran, dipenuhi lautan massa pada Senin (6/7/2026) saat ratusan ribu warga turun ke jalan untuk mengantar peristirahatan terakhir Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi akbar ini menjadi puncak dari serangkaian upacara duka yang telah berlangsung selama satu pekan terakhir.

Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut, diarak menggunakan truk besar melintasi jalur-jalur utama kota. Sepanjang perjalanan, para pelayat menunjukkan duka mendalam sekaligus kemarahan yang meluap atas peristiwa yang menimpa sang pemimpin.

Di sela-sela prosesi, suasana memanas dengan pekik seruan balas dendam yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Aksi simbolis pembakaran bendera Amerika Serikat dan Inggris tampak dilakukan oleh kelompok massa, di samping pengibaran bendera Iran dan spanduk bernuansa religius yang menyerukan aksi pembalasan sesuai tradisi Syiah.

Rangkaian ritual penghormatan ini sebelumnya telah diawali pada Jumat (3/7/2026) dengan penyemayaman jenazah yang memberi kesempatan bagi para pejabat tinggi serta perwakilan asing untuk memberikan penghormatan terakhir. Setelah melalui seremoni terbuka pada akhir pekan, prosesi hari Senin ini resmi menutup rangkaian duka nasional yang menyedot perhatian dunia internasional.