Guru Besar Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Hambali Thalib, S.H., M.H., menekankan pentingnya akselerasi dan implementasi sistem kesehatan syariah di tanah air. Langkah ini dinilai bukan sekadar alternatif layanan medis biasa, melainkan representasi kontribusi nyata Indonesia dalam menghadirkan solusi kesehatan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman bagi masyarakat global.

Menurut Prof. Hambali, konsep kesehatan syariah mencakup aspek yang komprehensif. Aspek tersebut meliputi sertifikasi halal pada obat-obatan dan alat kesehatan, pemenuhan etika medis islami dalam tindakan dokter, hingga penyediaan fasilitas rumah sakit yang mendukung kemudahan beribadah bagi pasien. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi strategis untuk memimpin standarisasi sektor ini.

Gagasan ini turut mengemuka di tengah momentum persiapan Milad UMI ke-72, di mana institusi pendidikan tinggi Islam tersebut berkomitmen memperkuat kontribusi akademisnya. UMI diharapkan mampu menjadi pelopor riset ilmiah yang menjembatani ilmu kedokteran modern dengan hukum Islam, sehingga mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Guna mewujudkan visi tersebut, Prof. Hambali mendorong adanya sinergi lintas sektor yang kuat antara akademisi, praktisi medis, regulator pemerintah, dan lembaga sertifikasi. Kolaborasi multisektor ini diharapkan dapat melahirkan regulasi komprehensif yang menjamin mutu pelayanan kesehatan syariah di Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional demi kemaslahatan umat.