Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan optimisme terkait pertumbuhan ekonomi sektor pertanian di Indonesia. Dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (13/7), Presiden mencatat bahwa kesejahteraan petani telah menunjukkan tren positif yang signifikan, bahkan ditandai dengan fenomena meningkatnya jumlah petani yang mampu melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa peningkatan taraf hidup petani, nelayan, dan buruh merupakan fokus utama pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang kokoh. Strategi pembangunan ke depan akan mengalihkan orientasi ekonomi agar lebih berpusat di tingkat desa hingga kabupaten, guna memastikan perputaran uang terjadi secara merata dan tidak hanya terakumulasi di kota-kota besar.

Dalam pidatonya, Presiden juga meluruskan persepsi mengenai kebijakan pemerintah terhadap sektor korporasi. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi melalui konsep 'Indonesia Incorporated', di mana koperasi, UMKM, perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD saling bersinergi sebagai kekuatan ekonomi yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan visi pendiri bangsa yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Presiden menutup paparannya dengan keyakinan bahwa penguatan koperasi yang dibarengi dengan dukungan dari berbagai elemen usaha akan membawa Indonesia menuju kemakmuran yang lebih inklusif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk membalikkan arus ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di pelosok daerah.