Presiden menaruh perhatian terhadap pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Teknologi ini dinilai membawa peluang besar, tetapi juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi secara serius.

Perkembangan AI membuka ruang bagi peningkatan efisiensi layanan publik, penguatan industri, hingga percepatan transformasi digital. Namun, di sisi lain, pemanfaatannya juga menuntut kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, etika penggunaan teknologi, serta kerangka regulasi yang adaptif.

Pemerintah dinilai perlu memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya dimanfaatkan oleh kelompok tertentu, melainkan dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, penguatan literasi digital dan peningkatan kapasitas tenaga kerja menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut.

Tantangan lain yang turut menjadi perhatian adalah potensi disrupsi di dunia kerja, penyalahgunaan teknologi, serta risiko penyebaran informasi yang tidak akurat melalui sistem berbasis AI. Kondisi ini membuat tata kelola teknologi harus dibangun secara hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab.

Dengan perkembangan AI yang bergerak sangat cepat, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci. Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam ekosistem inovasi digital global.