Allianz Stadium bersiap menggelar laga pekan kedua Serie A musim 2026/2027 saat Juventus menjamu Parma pada Minggu (30/8/2026) dini hari WIB. Laga yang dijadwalkan sepak mula pukul 01.45 WIB ini menjadi momentum krusial bagi tuan rumah untuk menjaga konsistensi di awal musim.
Tim berjuluk Bianconeri tersebut menatap pertandingan ini dengan modal kepercayaan diri usai memetik kemenangan tipis 1-0 atas Frosinone pada pekan pembuka. Gol tunggal Gleison Bremer yang memanfaatkan umpan matang Francisco Conceicao menjadi pembeda pada laga tersebut. Kendati meraih poin penuh, sektor penyerangan asuhan Luciano Spalletti masih menyisakan catatan evaluasi, terutama terkait penyelesaian akhir Randal Kolo Muani yang dinilai belum optimal.
Langkah Spalletti untuk mengamankan poin penuh di kandang dipastikan mendapat ujian berat karena kendala kelengkapan skuad. Kreator serangan muda Kenan Yildiz dipastikan absen, disusul Weston McKennie yang harus beristirahat akibat kelelahan fisik. Selain itu, kondisi kebugaran gelandang Kh%C3%A9phren Thuram juga masih diragukan dan terus dipantau oleh tim medis hingga menjelang sepak mula.
Absennya sejumlah pilar memaksa Spalletti melakukan rotasi taktis dalam formasi 4-2-3-1 andalannya. Jonathan David dan Kerim-Sam Alajbegovic berpeluang besar tampil sejak menit pertama guna menopang pergerakan Kolo Muani di lini depan. Sementara itu, duet Manuel Locatelli dan Douglas Luiz akan diplot sebagai penyeimbang sekaligus dinamo permainan di sektor tengah.
Di kubu lawan, Parma datang ke Turin dengan motivasi tinggi untuk bangkit setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Cagliari pada laga perdana. Di bawah arahan taktis Carlos Cuesta, Gialloblu diprediksi akan mengandalkan skema 4-3-3 dengan menumpu kreativitas permainan pada sosok Adrian Bernabe di lini tengah, serta ketajaman El Bilal Toure di lini serang.
Merujuk pada catatan historis, Juventus memiliki rekam jejak superior dengan menyapu bersih kemenangan atas Parma pada musim lalu. Meski Bianconeri kembali diunggulkan untuk mengamankan tiga poin, skema transisi cepat yang diperagakan Parma berpotensi menyulitkan tuan rumah jika lini pertahanan mereka tampil lengah.