Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh memperkuat sektor pendidikan dan riset guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif di kancah global. Langkah strategis ini ditempuh melalui pembangunan sekolah-sekolah unggulan, penguatan riset nasional, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai universitas terkemuka di dunia.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menerima kunjungan jajaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan fondasi utama bagi sebuah bangsa untuk berkembang secara akseleratif.
Menurut Presiden, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kualitas sistem pendidikan suatu negara. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk mengevaluasi kondisi pendidikan nasional secara jujur dan objektif agar kebijakan perbaikan yang diambil dapat menyasar akar permasalahan.
Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, pemerintah tengah merancang proyek pembangunan sekolah unggulan di berbagai wilayah Indonesia. Sekolah-sekolah ini nantinya akan menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) untuk menjamin standar kualitas akademik yang setara dengan lembaga pendidikan terbaik di dunia, sehingga lulusannya siap bersaing di tingkat internasional.
Selain pembenahan di tingkat sekolah menengah, Presiden juga menginstruksikan perguruan tinggi dalam negeri untuk aktif menjalin kemitraan strategis dengan universitas top dunia. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan lewat program gelar bersama (joint program) maupun kerja sama operasional lainnya demi mendongkrak mutu riset dan pengajaran nasional secara berkelanjutan.