Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah taktis dalam upaya pemerataan pembangunan dengan menempatkan aktivitas kerja Gubernur Bobby Nasution langsung di Kepulauan Nias. Kehadiran langsung kepala daerah di lapangan ini bertujuan mengawal secara intensif berbagai program strategis yang mencakup pembenahan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, optimalisasi layanan kesehatan dasar, hingga penguatan ketahanan logistik wilayah kepulauan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan difokuskan pada intervensi sektor-sektor krusial yang berdampak langsung pada mobilitas dan kesejahteraan masyarakat lokal. Salah satu prioritas utama yang segera direalisasikan adalah rekonstruksi jalan penghubung utama antara Nias Selatan dan Nias Barat di jalur pantai barat, yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Tahap awal perbaikan menyasar kerusakan jalan sepanjang 2,3 kilometer dari Desa Silimbowo Siwalawa menuju Kecamatan Sirombu. Selain akses darat, pemerintah juga merespons aspirasi petani dengan merencanakan perbaikan jaringan irigasi guna mengairi sekitar 500 hektare sawah produktif.

Perbaikan infrastruktur penghubung lainnya juga menyasar Kota Gunungsitoli, di mana lantai Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso akan direkonstruksi tahun ini untuk mengurai kemacetan menuju Nias Utara. Sementara pada sektor pendidikan, Pemprov Sumut merelokasi SMKN 1 Gido ke lahan hibah seluas dua hektare di Desa Somi untuk menghindari ancaman banjir musiman. Pembangunan sekolah yang berfokus pada agribisnis perikanan darat ini ditargetkan rampung pada November 2026, didukung dana hibah jalan akses senilai Rp5 miliar. Tak hanya itu, revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias di Gunungsitoli dengan anggaran Rp87 miliar terus dikebut agar asrama dan laboratorium barunya siap digunakan awal tahun 2027.

Di bidang pelayanan kesehatan, Pemprov Sumut meningkatkan kapasitas Puskesmas Mandrehe di Nias Barat menjadi fasilitas rawat inap berkapasitas 10 tempat tidur lengkap dengan ruang persalinan dan alat USG 4D untuk meminimalkan kebutuhan rujukan medis yang jauh. Guna menunjang fasilitas tersebut, sistem rotasi dokter dari RSUD, penempatan dokter residen dari universitas mitra, serta beasiswa kedokteran spesialis bagi putra daerah disiapkan secara berkelanjutan. Rangkaian program kerja ini ditutup dengan rencana pembangunan gudang logistik terpadu guna menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di seluruh Kepulauan Nias.