Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Wakil Gubernur, Surya, baru saja menjamu delegasi dari Temasek Singapura dalam kunjungan kerja ke kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) yang berlokasi di Kabupaten Humbang Hasundutan. Agenda ini difokuskan untuk membedah potensi investasi serta mempererat kerja sama di bidang riset, inovasi, dan hilirisasi produk pertanian unggulan.

Kawasan TSTH2 yang terletak di Kecamatan Pollung diproyeksikan menjadi pusat pengembangan bioekonomi tropis terdepan di Indonesia bagian barat. Wagub Surya menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini bukan sekadar laboratorium penelitian lokal, melainkan pilar strategis nasional yang mengedepankan sinergi antara ilmu pengetahuan dan kekayaan hayati daerah.

Keunggulan agroklimat Humbang Hasundutan menjadi daya tarik utama bagi para investor. Wilayah ini menyimpan potensi lebih dari 100 jenis tanaman herbal dan hortikultura, termasuk komoditas bernilai tinggi seperti andaliman, kunyit hitam, dan jahe merah yang berpotensi untuk memenuhi standar pasar ekspor internasional melalui proses perbenihan dan riset adaptasi iklim yang presisi.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang turut mengawal visi pengembangan kawasan ini, menekankan bahwa kunci keberhasilan TSTH2 terletak pada kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan mitra internasional seperti Temasek diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis riset, sekaligus memperkokoh ekosistem inovasi yang berkelanjutan bagi masyarakat di Sumatera Utara.