Sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam (THM) viral di media sosial dan mendapat perhatian serius dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri. Meskipun keaslian dan lokasi kejadian dalam video tersebut belum dapat dipastikan, kepolisian menegaskan kesiapannya untuk mengambil tindakan hukum jika terbukti adanya tindak pidana.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Suyono, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap verifikasi awal. Belum ada informasi yang cukup memadai untuk menentukan secara pasti lokasi maupun waktu kejadian yang terekam dalam video viral itu. "Terkait yang viral itu kami belum tahu. Kalau memang ada, nanti kami tindak lanjuti," ujar Suyono.
Suyono menegaskan, penyidik tidak akan terburu-buru dalam mengambil kesimpulan. Proses pendalaman dan verifikasi terhadap keaslian video, termasuk motif pembuatannya, mutlak diperlukan sebelum langkah lebih lanjut ditempuh. Selain itu, kepastian lokasi kejadian merupakan aspek krusial yang belum teridentifikasi.
Meski video spesifik itu belum terverifikasi, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan di seluruh tempat hiburan malam di wilayah Kepulauan Riau. Upaya ini merupakan langkah preventif dan represif guna mengantisipasi serta memberantas peredaran gelap narkotika. Polisi secara rutin memberikan imbauan kepada pengelola THM agar tidak memberikan ruang bagi aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Suyono juga memperingatkan bahwa apabila dalam proses penegakan hukum ditemukan keterlibatan pihak manajemen dalam peredaran atau transaksi narkotika, kepolisian tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selain pengawasan rutin, Ditresnarkoba Polda Kepri juga mengintensifkan razia di lokasi-lokasi rawan, kini dengan pendekatan operasi tertutup untuk meningkatkan efektivitas pengungkapan jaringan narkoba hingga ke akarnya.