Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKep USK) menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan kualitas hidup masyarakat melalui serangkaian program pengabdian dan penelitian di Kota Sabang. Langkah strategis ini dilakukan dengan merangkul berbagai pemangku kepentingan lintas sektoral guna menyasar berbagai aspek krusial, mulai dari kesehatan ibu dan anak, keselamatan kerja, hingga sektor pariwisata daerah.

Inisiatif ini diawali secara resmi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FKep USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S. Kerja sama baru ini melibatkan Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang sebagai upaya memperkuat fondasi sinergi di bidang pendidikan tinggi dan pengabdian masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi nyata di lapangan, tim akademisi FKep USK menyambangi Puskesmas Cot Ba’U untuk memberikan edukasi intensif kepada 30 ibu balita. Edukasi tersebut difokuskan pada pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi serta pemenuhan imunisasi lengkap untuk menjamin tumbuh kembang anak yang optimal.

Tidak hanya menyasar sektor kesehatan keluarga, program pengabdian ini juga menyentuh aspek keselamatan kerja bagi 20 petugas kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang. Mereka dibekali pemahaman mengenai Budaya Kerja Aman melalui sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat guna meminimalisasi risiko kecelakaan saat bertugas.

Menurut Ns. Farah Diba, MScPH., selaku salah satu pemateri, edukasi keselamatan kerja ini penting guna membangun kesadaran para petugas akan potensi bahaya di lapangan. Tujuannya adalah menekan angka kecelakaan kerja serta mengantisipasi penyakit akibat kerja melalui kedisiplinan memakai APD standar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, FKep USK juga menggandeng Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) untuk melakukan studi kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapsiagaan para petugas BPKS dalam memberikan pertolongan pertama (first aid) bagi wisatawan, yang nantinya akan menjadi acuan perumusan program pelatihan keselamatan pariwisata yang lebih terarah.